Kamis, 09 April 2015

Sang Pemimpi

Lelakimu "Aku akan mencintaimu, sampai si bisu berbicara kepada si tuli bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan. Sampai dimesir akan turun salju dan kemarau datang dikutub utara." Asalamu'alaikum cinta... Telah kujatuhkan setangkai rindu di atas sajadah penepian. Dengan sepi yang melesap, aku memungut sisa-sisa rasa yang jatuh satu demi satu. Mengumpulkannya dengan hati yang sabar; hingga nantinya kau pungut pada sepertiga malam mendatang. Pun aku tak lupa menyisipkan sebait nama di dalam doa-doa, menasbihkannya perlahan; hingga malaikat tak juga menyadarinya. Mungkin, kelak aku takkan bisa lagi menjadi lelaki terbaikmu. Jika nafasku telah habis dan masa menagih janji yang telah tertulis; maka biarkan kenang ini senang tiasa selalu menjadi sebongkah pengingat pada jalanmu. Aku takkan menjadi abadi, namun kekal dan selalu ada di dalam hatimu. Mengingatkan di kala kau lupa dan khilaf; lalu aku meradang untuk kembali menuntunmu dengan senyum-senyum kecilku. Asalamua'laikum dinda... Salah jika aku mencinta? Pada bentuk rupa anggunmu, pada sebatas kekuranganmu dan kesungguhan hati untuk menjadi pemimpin jalanmu. Aku masih tak mengerti hakikat sebuah rasa. Jika merindumu adalah dosa yang tak berkesudahan, tetapi melupakanmu adalah pesakitan tanpa batas. Pernah ada seseorang yang bertanya padaku, "Lalu bagaimana kau bisa mencintainya begitu besar. Hingga samudera yang teramat dalam dasarnya, tak menjadi pengukur akan rasa yang kau punya?". Lalu, kekata itu muncul tanpa kusadari; "Bahwa aku, sanggat mencintai Allahhu dan ketika aku melihatnya, aku juga melihat Tuhan ada dalam dirinya. Itu caraku menyimpan rasa untuknya". Asalamua'laikum Dik... Kini perjalananku hampir mencapai batas. Jika nantinya waktu telah datang mencari janjiku. Maka tetaplah hidup dengan rindu yang kutitipkan. Menjejaki tanah-tanah kenang pada kelakar yang pernah kita lukis; lalu melihat mereka tumbuh hingga menjadi melaikat dewasa. Sampai di sini, pun aku tetap takkan lupa; bahwa merindumu, adalah beban yang tak berkesudahan. Ranah Kompak, April 10. 2015



from http://ift.tt/1EdNwu2

0 komentar:

Posting Komentar