Tiga Sahabat Aku punya 3 sahabat. Salah satunya telah kukenal sejak usia dini, teman sejak bangku sekolah dasar. Waktu itu kami memulai kedekatan karena sebuah rutinitas yang kami lakukan di jam olah raga. Kami mulai membicarakan hal-hal menarik masa itu, mulai dari gundam sampai power ranger. Aku selalu mencari perbedaan diantara kami, tak pedulu itu benar atau salah, yang jelas aku akan sangat ragu dan jarang sependapat dengannya. Kami masuk sekolah menengah pertama dan menengah kejuruan sama. Meski seharusnya kami punya pilihan masing-masing. Mungkin takdir memutuskan kami tetap bersama. Beberapa hal sempat merenggangkan persahabatan kami, namun bukan hal sulit menyatukannya lagi. Hingga akhirnya kami berpisah pada sebuah persimpangan hidup menjelang dewasa. Aku memutuskan melanjutkan pendidikan, dan dia melakukan pencarian jati diri yang sedari dulu ingin ia lakukan. Berkat kemajuan teknologi, kami tetap terhubung dan masih suka membicarakan hal-hal di masa lalu. Kemudian aku mengenal sahabat baru, sahabat yang begitu peka namun punya segudang masalah khas kehidupan anak kost. Sampai akhirnya dia jatuh hati dengan seseorang dan kami mulai merenggang. Saat itulah aku mengenal sahabat yang lain, yang hiperaktif dan tipe pejuang. Dapat diartikan dia ini penggabungan antara jiwa sahabat pertama dan keduaku. Begitu juga kehidupannya yang penuh polemik sendiri. Hingga kisah asmaranya yang memposisikan dirinya sebagai orang ketiga. Sampai saat ini mereka selalu berada di belakangku ketika aku melakukan sesuatu, dan selalu di sampingku ketika kami memulai kisah baru yang mempunyai tembok pembatas satu sama lain. Aku berharap sang takdir memercikan kebahagiaan dalam hidup ketiga sahabatku ini. Ameen
from http://ift.tt/1aL28Wz
from http://ift.tt/1aL28Wz






0 komentar:
Posting Komentar