Bila Dambamu Merupa Dambaan Cahaya Rembulan pada Gelap Malam Oleh: Lia Zaenab Zee Jika jantung masih di detak hati pada beku kenangan. Karena kuingin membuat kediaman lapang menyetia tuk pesan rasa yang kan tulus mendatangiku, entah 'Tika sajakmu mengirim gaung rindu samar-samar, seakan memberi jeda memori tuk meracik ramuan ruah rasa baru. Membujuk-rayu hati seharmoni detak jantung pada pesan 'ingin' yang mulai kau ulur diam-diam Bila ingin yang kau percik merupa kasih sayang menyerta ridhaNya. Maka kemuliaan langit menjadi payungnya. Dan kemustahilan 'tuk mengingkarnya. Bukankah kecintaan langit memeluk bumi adalah kecintaan tersetia yang tiada pernah ada bandingnya Bila kau memiliki kasih sayang bagai malam yang selalu setia mengindahkan sinar rembulan. Tidak ada kesanggupan tuk menapikan. Karena rembulan tak pernah melupa pada malam dan kedatangan malam adalah damba persembahan setia tuk cahayanya Bila dedoa wakil dari seluruh pinta. Maka kuletak puisi cinta yang kau ketuk di pintu jantung, pada kening sujud. Memungutnya lalu kukalung dalam munajat padaNya. Menyebut cintamu di baris pinta. Memasangkan inginmu pada inginku pada pendulum degub yang sama. Moga ijabah melelehinya Bila cahaya rembulan adalah pedamba setia pada gulita malam? Maka, dalam dedoa kupinta kedatanganmu serupa kedatangan malam yang setia abadi memberi cinta pada cahaya rembulan Bilakah? Makassar, 10 April 2015 •==•====•====••====•===•
from http://ift.tt/1DtaVqu
from http://ift.tt/1DtaVqu






KakLi kok tulisannya menyatu ^ ^
BalasHapus