Perempuan Pelukis Jelaga Menggapai Cinta (Ar Rahman Ar Rahim) Oleh: Lia Zaenab Zee 1/ Pendulum waktu menampar lebam usia. Cemas bersembunyi di lipatan kerut samar menjeguk. Perempuan menepuk benak akan bongkah arang hitam menokhtah jantung di tiap degubnya. Gundah jelma bayangan seringai siksaan. Memporak porandak senyum palsu pada kerlingan laki-laki yang mencelup nikmat pada cecap dosa di gemerlap ruah khilaf di pesta-pesta iblis malam-malamnya 2/ Perempuan berhias semerbak puja puji. Memanis madu di cecap bibir syahwat Adam. Mendekap dadanya pada sembilu nyeri menyusup merobek-robek nurani. Suatu kala. Adzan subuh di penghujung pesta laknat kelamnya 3/ Perempuan di mahkota tiara gemerlap dunia. Dosa ibarat hantu, menelanjang, mencekik dan menghujat semua pencapaian duniawi. Pedih mengguncang batinnya tiada peri. Kekelaman jalan arungnya telah membabi buta. Menggelapkan akan segala Cahaya-Nya 4/ Seperih luka seakan memecah jantung. Sesal kapar pada jelaga yang dipeluknya bersama usia. Kepak senyap malam, tenggelam dalam perigi aimata, menumpah membasah sejadah, membasah; --Taubat Nasuha AmpunanNya CintaNya RengkuhNya ''Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."*1 5/ Koloni airmata telah habis tumpah. Merintik rintih pekik dosa terhampar di hadapanNya. Tiada lain tengadahnya: ''Cinta: Ar Rahman Ar Rahim-Nya'' 6/ Bergelung tapak memulai niat ikhtiar ''Dengan menyebut AzmaNya'' Dalam papahanNya RengkuhNya ''Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”*2 Makassar, 09 April 15 Foot Note: *1= Q.s. 4:110 *2= Q.s. An-Nur: 56 _______________________
from http://ift.tt/1ILJ6tp
from http://ift.tt/1ILJ6tp






0 komentar:
Posting Komentar