Jumat, 10 April 2015

Auliah Fauzani Anwar

Minta kritik dan sarannya, Teman-teman ;) -------------- #Fiksimini Oase Di Dadaku Oleh: AFAnwar "Naaa!!" pekik suaramu dari kejauhan beberapa meter memanggilku. Tubuhmu berdiri tepat di depan pintu kantor seraya memandangku dengan wajah yang amat sedih. Dengan berlari kecil, kamu memelukku erat, "Rio, Na ... dia ninggalin aku." Tangismu pecah seakan menumpahkan semua sakit dalam dadamu. Sementara aku hanya terdiam sambil sesekali mengelus pundakmu. Sudah hal biasa, kamu memecah tangis dalam pelukku ketika sedih melanda. Kisah yang selalu sama sampai aku pun mulai bosan pada cerita percintaanmu itu. Kisah cintamu selalu berakhir buruk hingga seringkali membuatmu terpuruk, bak gadis malang yang terkhianati oleh perilaku lelaki-lelaki yang pernah mengaku tulus mencintaimu. Namun tak pernah jera sebab bagimu cinta adalah proses mencari yang harus didapatkan dengan pengorbanan meski tertatih. Alasan yang tidak pernah bisa diterima oleh akalku. Tapi aku memilih diam. Kali ini rasanya aku hanya ingin tuli dan buta. Batinku bergejolak kala menyaksikan kesedihanmu. Akhir-akhir ini detak jantungku tidak pernah teratur, selalu tak beraturan menanti saat seperti ini tiba. Aku tahu bahwa Rio memang bukanlah lelaki yang baik untukmu. "Rio akan menikah, Na. Hubungan yang kami bina selama dua tahun ini ternyata berakhir tragis. Dia ninggalin aku dan memilih wanita lain. Mereka akan segera menikah." Kamu masih terus menangis, air dari pelupuk matamu kini begitu deras hingga membentuk oase di bajuku. Tak mengapa, menangislah sepuasmu. Dadaku selalu bisa diandalkan meski kadang hatiku tidak. "Aku ingin sekali bertemu dengan wanita pilihan Rio itu. Ingin kukatakan padanya bahwa dia sangat kejam. Dia sangat kejam!" lanjutmu dengan emosi yang mulai naik dan kepala yang semakin erat di dadaku. "Sudahlah, Hes. Rio memang bukan yang baik untukmu," ucapku lemah dengan tatapan yang kosong. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan padamu. Hanya rasa bersalah yang teramat di relung hatiku. Tidak lama lagi semua hal akan segera kamu mengerti. Aku tidak ingin membayangkan, sedikit pun tak ingin membayangkan. Seperti apa dirimu padaku ketika tahu bahwa wanita itu adalah aku. Maafkan. Makassar, 090415 Sesuai janji, seret Asiyah Asy-syahidah :D



from http://ift.tt/1ccSI6y

0 komentar:

Posting Komentar