Saya pikir dia punya alasan untuk berbuat demikian. Bukankah ketulusan itu tak harapkan pamrih? Mungkin dia tak melihat kearahmu. Entah itu sekarang, nanti, bahkan tidak pernah sama sekali. Tak mengapa bukan? Walau diskriminasi sempat merasuki benakmu, apa salahnya untuk berprasangka baik? Berpikir positif akan memberimu bahagia, bukan? Kau mengetahui kapasitas dirimu, Ada baiknya kau diam dan mengamatinya. Tetap menjadi dirimu sendiri. Teruslah berusaha menjadi makhluk yang selalu menampar malas kebodohan. Berhentilah bermesraan dengan tempat tidur, bantal dan gulingmu. Waktunya merealisasikan mimpi yang kau lelapkan di beribu-ribu hari. Jika kau berani bermimpi, maka kau harus berani mempertanggungjawabkannya pada tindakanmu. Berseru tak selantantang perbuatan. Karena yang didengar adalah perbuatan. Bukan omongan kosong tak tejamah lakon Kau tak harus menunjukan padanya semua itu Agar kau nampak di pelupuk matanya. Hanya diam dan bergerak sajalah dirimu. Tanpa kau tontonkan, Kelak dia akan menoleh kearahmu. Entah ketika kau masih berada disekitarnya atau kau telah jauh dari radarnya. Biarlah hanya melalui lubang kunci kau mengamatinya. Biarlah hanya dinding yang menjadi saksimu. Biarlah hanya angin yang menyampaikannya. Segala sesuatu tak harus nampak, bukan? Tetaplah menjadi sosok misterius, Berhentilah mengelu-elukan dia dimana-mana. Elukanlah dia dengan pembuktian tindakanmu. Fighting for everything Never giveup #kausuaradigulitasuntuk #nothing #RwltoAsySyifaa #05April2015
from http://ift.tt/1HD7mxy
from http://ift.tt/1HD7mxy






0 komentar:
Posting Komentar