Minggu, 05 April 2015

Elang Segara

Judul : DURJANA Karya: Elang Segara Gelora meruah hasrat angkara Sebab mimpi dipenggal titian kasta Nyalang mata merah saga meruncing laknat Biar saja! jadi baik tiada jamin selamat Dengan iblis kian erat bercengkrama Kerna Tuhan belum jua ijabah tiap dedoa Kelana meniti, tetiap tangga angkara Melintasi segala hasrat durjana; laknat Nurani menggulita dikemas nafsu semata Pada tiap hela nafas dari paru nan ranggas Impian tiada lukis semesta angan Bahkan selembar tujuan tiada pernah rancang Penitian naskah pagi mengemas opera licik Ceritanya harus tuntas hari ini sahaja Kerna esok kisah pagi mungkin tiba binasa Sebaiknya dimulai menganyam kerangka dosa Takan risau tentang kisah sepenghujung naskah Tentang dosa dan sebilah tanggung jawab Sebab apa kami lakoni durjana Kerna kami dijajah lapar nan ratap Apa guna discount harga mobil mewah Sementara harga bensin tiada pantas dikata Imbas harga mengebiri dongeng jelata Sengsara tetiap kisah hingga kami menyusu di kelamin bapa Bernyalikah Duryudana menyeka ratap jelata, dalam isak membudaya Sementara jalan kami dirupai bromocorah nan biadab Sesungguhnya lapar kami tak mengenal tentang kasta Jelata, pun penguasa lapar itu sama Lalu kami mengapa diharap musnah Sementara juang kami 'tuk nafkah sekerat dengan resiko sekarat Bukankah andapun jahat? Mengapa tak enyah saja dari munafik dan dusta di balik kedok brahmana? Kami tahu sebab kita sealiran ;Sama durjana ;Sama laknat ;Samasama berkendara tembang iblis kidung maksiat Dalam baitbait sesat Tuan; penghuni singgasana miskin fatwa Tanjung pinang ambang fajar, April 2015 •



from http://ift.tt/1HD7m0L

0 komentar:

Posting Komentar