Sabtu, 04 April 2015

by Tyas Ediati

Akhirnya Pemerintah Matangkan Juga Besaran Kenaikan Gaji PNS Tahun Depan.. yuk bapak dan ibu guru simak berita selengkapnya.. http://ift.tt/1GtLbuZ



from http://ift.tt/1GtLbuZ

Bang Heri

"Pak Haji Katanya...." Pada suatu ketika, di siang panas yang terik, pak Karman dengan tergesa-gesa setengah berlari datang menemui pak haji Rusli di rumahnya, Eh, kebetulan orang yang ia cari sudah ada didepan mata, pas waktu pak haji Rusli baru pulang dari masjid. "Pak haji, pak haji ... anak pak haji!" Kata karman sambil menghapus peluh dikeningnya. "Ada apa to Man, lari-lari kayak dikejar setan aja kamu" "Iya nih, tadi saya lihat anak Bapak si Udin main judi pak di gubuk tengah sawah" "Astagfirullah, beneran kamu man? kamu nggak salah orang kan? " Tanya Pak haji Rusli setengah tak percaya "Iya beneran pak, saya yakin itu dia." "Astagfirullah Udin ... udin" "Tapi pak..." "Kenapa dia man?" "Tapi si Udin menang besar pak!!!" ujar Karman dengan rasa takut kalau-kalau Pak Haji Rusli marah sekali Pak haji dengan tenang menjawab "Alhamdulillah..." "...???" ada yg salah gak yah? tolong dikoreksi pls :)



from http://ift.tt/1NPIpTm

by Gudang Belanja Hemat





from http://ift.tt/1bWmsEo

Mulkan Fauzi

Menjemput keajaiban "Catat ini!" telunjuk Mila mengarah pada teman-temannya; matanya lincah melirik mereka, "Biarpun aku seorang anak petani miskin, aku bisa jadi kaya. Biarpun aku tidak kuliah, aku bisa membuat gelarku sendiri!" Mila, seorang ABG pintar dengan perawakan pendek, berambut hitam panjang, tahi lalat di sudut mata kanan, dan tanda lahir di pundak berbentuk hati ini adalah anak seorang petani yang tak punya sawah sendiri; atau lebih tepatnya anak seorang buruh tani. Ia beruntung bisa bersekolah sampai jenjang SMA, karena saudara ayahnya, nun disana, sudi menyekolahkan Mila dengan syarat bahwa setelah Mila lulus, dia harus merantau membantu saudara ayahnya itu di kota, menjadi asisten chef restoran paket hemat; pelayan warteg. Hal itu tak membuat Mila merancang mimpinya di bawah garis standar seorang anak buruh tani --atau calon pelayan warteg-; justru, hal itu memantik suluh-suluh semangat dalam jiwanya. "Aku harus balas dendam dengan keadaan ini!" tekad Mila bulat, "Lihat saja dunia, aku akan kaya. Aku akan bertemu keajaiban. Aku ada Tuhan bersamaku. Besar. Tidak seperti kau, dunia. Kecil." Mila yakin, jika ia menuliskan mimpi-mimpinya di atas kertas putih, yang berarti: Jiwa yang bersih. Dan ditulis dengan tinta merah, yang berarti: Semangat, secara tidak langsung akan menggerakkan piston-piston di sendi-sendi tulangnya untuk terus berjuang walau seringkali harus membohongi lelah. Rumah Mila kecil, bahkan lebih pantas disebut gubuk daripada rumah. Wajar bila Mila tak punya kamar sendiri. Jadi Mila tempelkan kertas-kertas itu di ruang tamu. Ah, sebenarnya bukan ruang tamu. Sudahlah. *** "Peringkat pertama Ujian Nasional se-SMA diberikan kepada Andi." Oh, ternyata, Mila gagal menyabet peringkat pertama Ujian Nasional di sekolahnya. Tapi tak apa, kesuksesan tak ditentukan dari nilai di sekolah. Setidaknya itu yang dipikirkan Mila. "Aku hari ini lulus. Perjalanan panjangku akan dimulai hari ini. Sukses akan kujemput. Keajaiban akan terus kutunggangi sampai aku benar-benar mengangkat derajat keluargaku." Kelulusan Mila diwarnai dengan keprihatinan sejumlah guru yang menyayangkan kompetensinya sebagai murid pintar, tetapi masa depannya abu-abu; tidak jelas kemana. Keprihatinan itupun terbaca oleh Mila, "Bu Guru" Mila hormat-menegaskan, "Usah risau dengan masa depanku. Hari ini aku ingin berjanji pada ibu, suatu saat ibu akan lihat Mila di TV nasional. Sebagai seorang yang telah kaya." Seperti biasa, kalau soal mimpi, Mila selalu berapi-api. Singkat cerita, beberapa tahun ia abdikan diri menjadi seorang asisten chef restoran paket hemat milik saudara ayahnya. Beberapa tahun itu pula waktu senggangnya ia habiskan untuk membaca buku; Bisnis, motivasi, biografi, novel-novel inspirasi, semuanya. Hingga sekarang ia bagai perpustakaan berjalan. Soal bisnis, oke. Motivasi, mantap. Nulis cerita, hal biasa. Berkat hobi membacanya itu, baginya kini, dunia hanya segenggam saja. Ada tujuan-tujuan lain yang harus dicapai. Tak bermaksud untuk melupakan janjinya tempo dulu kepada semua orang untuk menjadi kaya dan sukses, tetapi ia hanya mengganti redaksi dari mimpinya itu bahwa, "Sukses tak harus kaya." begitu. Setelah matang pemikiran, ia kemudian memutuskan untuk berhenti dari kegiatan yang selama tahun-tahun kebelakang ditekuni. Ia masih muda. Ia ingin mencoba hal baru. *** Hari ini, ia bergabung dengan lembaga kemanusiaan. Aksi Cepat Tanggap, namanya. Disingkat ACT. Sekarang ia berpikir, sukses itu ternyata sederhana; ia hinggap dalam jiwa, ketika tahu bahwa, bersebab kita lah orang yang ditimpa bencana dapat tersenyum lega. Ia hinggap dalam raga, ketika uluran tangan kita, dapat meringankan beban mereka. Agenda Mila dipenuhi dengan kemanusiaan, pencerahan ummat, dan perbaikan sosial. Dan rencana, pada tanggal 10 April 2015, ia akan mengadakan seminar berdasar pada pengalamannya mencapai Mila hari ini. "Dibalik Keajaiban" membersamai pembicara internasional, Ippho 'right' Santosa dalam rangkaian kunjungannya di berbagai kota di Indonesia. Dengan tagline "Menjemput solusi dalam 100 hari" ia berharap disini, Tasikmalaya, ia dapat menjadi satu 'cause' pembangunan landasan berpikir, bahwa dibalik keajaiban, akan selalu ada perjuangan. Dan itu setimpal dengan bahagia yang didapatkan. #YukIkut :)



from http://ift.tt/1bWmso8

Jumat, 20 Maret 2015

lorem post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aliquam in placerat risus. Vestibulum interdum ac massa nec rutrum. Suspendisse dui magna, congue in nisl in, aliquet ullamcorper tellus. Nam eleifend libero a egestas ultrices. Nullam sollicitudin iaculis ipsum interdum elementum. Fusce eros sem, sagittis nec mollis ut, egestas vel nulla. Praesent id sem finibus, pharetra lectus ut, volutpat tellus. Proin convallis viverra enim, id auctor nisi tincidunt volutpat.

Etiam ullamcorper varius aliquet. In bibendum justo quis mauris ultricies, vitae lobortis dolor fringilla. Vestibulum commodo tristique urna, sed mollis mi pellentesque eleifend. Aenean luctus ac odio ut dictum. Aenean rutrum quam sed turpis vulputate pulvinar. Pellentesque eget ornare nibh. Phasellus nunc dolor, pretium sit amet lectus egestas, euismod luctus libero. Aliquam eget sem et lacus hendrerit posuere. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Morbi rutrum tortor ac mollis consectetur. Praesent molestie erat sagittis, ultrices nibh quis, lacinia sem. Morbi sed turpis semper, aliquam elit id, ultricies metus.

Nulla dignissim ante quis justo tempor, a ullamcorper nunc tincidunt. Phasellus lobortis, dolor ut tincidunt varius, neque massa dictum libero, et posuere diam lacus convallis leo. Nullam accumsan fringilla justo ac pulvinar. Donec a felis sem. Vestibulum ornare ex urna, ut accumsan neque sagittis nec. Cras in tempus libero. Suspendisse non aliquet massa, et scelerisque velit. Aliquam purus turpis, feugiat eu eleifend vel, ornare eget sapien.

Etiam scelerisque ullamcorper erat id pellentesque. Phasellus condimentum tempor elementum. Vivamus ultrices sed lorem et venenatis. Nam viverra et elit gravida hendrerit. Ut facilisis fringilla lacus at consectetur. Pellentesque eu tortor vitae turpis dapibus scelerisque et a mauris. Nulla tincidunt erat quis quam finibus condimentum.

Fusce volutpat non turpis ac bibendum. Sed posuere risus rhoncus, maximus sapien eu, fermentum est. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Donec sollicitudin faucibus turpis vulputate vestibulum. Mauris in scelerisque turpis. Mauris convallis urna at lacinia semper.

  • Text
  • text
  • Text
  • Text
  • Text