Senin, 06 April 2015

Maing Chaneil

#Event_april Oleh : maing chaneil "Kado untuk sang istri" 06 aprli adalah hari ulang tahun dirinya. Sejak 25 tahun silam sebelum kenal denganku selalu tak ada yang memberinya ucapan ataupun sebuah bingkisan. Baik bingkisan berat maupun yang ringan. Sejak kecil hanya bersikap pasrah hingga akhirnya dipersunting olehku 2 tahun yang lalu. Hanya aku seorang yang memberinya sebuah kado terindah dan mempesona, walaupun hanya sebuah boneka. Namun, tepat di saat ulang tahunya yang ke 25 tahun. Ia sudah berbadan dua. Pinta kadonya pun tak muluk-muluk. Hanya martabak ketan manis yang diinginkannya. "Kamu ingat, ini ulang tahunku. Hadiahi martabak ketan manis". Itulah kalimat yang membayangi di dalam pekerjaan. Walau terkadang menghilang seketika di dalam pikiran. Sampai tiba waktu pulang kerja aku bergegas secepatnya menuju tempat kedai martabak yang terkenal di taman kota. Waktu pun menunjukan 21.00 WIB. Pesimistis di dalam hati mulai menghantui akan gagal mendapatkan martabak ketan manis karna waktu menunjukan 22.30 WIB. Dari kejauhan bola mataku melihat kedai martabak yang terkenal di pinggir taman kota itu. "Seporsi berapa mas?". Tanyaku dengan membuka obrolan. "Rp. 14.000 saja mas". Jawabnya dengan wajah datar. " Yasudah, pesan 2 mas. Dibungkus ya". Tak lama berselang martabak pun telah matang. Dengan bahagia luar biasa, akupun memberikan pesan singkat melalui posel genggam buatan cina yang berisikan bahwasanya aku telah memenuhi permintaannya. Dengan terburu-buru kuda besi yang kutunggangi mencapai kecepatan 100km perjam agar cepat sampai rumah. Namun, aku terjatuh menghantam sebuah trotoar kokoh. "Itu siapa yang tewas?" Tanya salah seorang warga kepada warga lain. Dengan id card pekerjaan direstoran banyak yang mengenali nama dan alamat rumahku. Selang waktu beberapa jam seseorang mengetuk pintu rumahku. "Tok,tok,tok ...asalamualaikum?" Ucap polisi lantas yang berada di halaman rumahku. "Walaikum salam, ada apa ya pak?" jawab istriku dengan wajah terkejut dihampiri oleh polisi lalu lintas. "Maaf ibu, apakah benar ini rumah sudara Rio. Dan apakah benar ibu bernama saudara Rita?" Tanya salah seorang polisi lalu lintas itu. "Iya benar, ada apa pak?" Jawab istriku dengan semakin bingung dan cemas. "Maaf ibu sebelumnya, kami menemukan dompet, id card, dan sebuah martabak ada di dalam tas suami ibu. Dan sekali lagi maaf, suami ibu mengalami kecelakaan di jln. Sirsak Raya dan mayatnya sudah di evakuasi oleh tim kami. Jasad suami ibu berada di RS. Polri." Cetus seorang polisi lalu lintas Istriku mulai melinangkan airmata memandangi martabak ketan manisnya. Dengan keadaan lemah karna sedang mengandung, ia pun jatuh pingsan seketika. Esok paginya mulai pelayat berdatangan baik dari keluarga, pekerjaan maupun tetangga. Mereka semua mendoakan ku kelak diampuni dosaku ketika hidup dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. #adiealamsyah Maaf ga bisa manggil, hhe



from http://ift.tt/1CqOM7c

0 komentar:

Posting Komentar