Tafakkur Hujan Oleh: Siti Jamilah Hujan tak pernah dendam manakala ia dihempaskanjatuhkan; sebab ia selalu mampu memaafkan langit yang menghempasjatuhkannya Adalah hujan; memaksa telapak kaki, pikir telusuri lelehan waktu; ziarahi kenang masa lalu. Saat sorot matamu bak kilatan mentari dhuha, senyummu selembut lembayung di ujung senja Hujan ..., mendenting hening; mendebam pada lantai malam. Hujan malam atau malam yang hujan? Tetap saja pada ajaran yang satu; jika mencintai adalah sakit, maka memaafkan ialah kesembuhan Purwakarta, 08 April 2015 --------------------------
from http://ift.tt/1O5zXiY
from http://ift.tt/1O5zXiY






0 komentar:
Posting Komentar