DIOSPYROS CELEBICA, BORNEO Oleh : M R Padahal, bukan kenyataan yang menjatuhkannya pada tantian tak bernama. Jatuh sejatuh-jatuhnya dedaun mengecup wajah bumi. Borneo. Dengan mata terbuka, rebah sudah ia dalam kubangan sunyi. Melihat tanpa mata, gila. Begitu orang-orang menyebutnya. Lalu berubah kecoklatan. Menua. Lapuk. Terinjak. Menyerpih, dan larung oleh sepoi-sepoi saja. Melainkan harga rindu yang menjulanglah. Yang melampaui 40 meter dari dataran terendah. Bunga di ketiak daunnya ikhtiar tengadah pada kemahariban langit. Mengiba embun-embun tulus pada Jibril. "Tolong sampaikan salamku," istikharahnya fajar tadi. *** Bpn, hari ke-50.
from http://ift.tt/1N5Bicr
from http://ift.tt/1N5Bicr






0 komentar:
Posting Komentar