#TS Kekuatan Cinta di Bumi Akhir Zaman Oleh : Farah Riza dan Faris Yulianto “Aku akan pergi dari sisimu.” Ucapan tegas Jifara mampu membuat seorang panglima perang yang hebat terhenyak dan tak mampu berkata apa-apa selain ... “Aku akan mengijinkanmu berjihad di medan perang.” Panglima perang yang menjadi belahan jiwa Jifara itu pun tak kuasa menolak saat mendapat ancaman istri yang akan melepas cintanya bila tak direlakan terjun ke medan tempur. ** Seorang mantan guru bahasa Inggris yang cerdas, ditinggal pergi dua anaknya bersebab panasnya timah dari Rezim Laknatullah Basar Al Assad yang menembus raga mereka. Di usianya yang menjelang senja, 36 tahun, dengan tetap berpenampilan modis; wajah ber-make-up dan sepatu boot yang selalu dipakainya, Jirafah tak pernah gentar betempur dan menjadi ‘sniper’ di medan perang Suriah. Demi hak cinta dan para saudara muslim yang tertindas kejam di sana, bumi akhir zaman, Syam. Kepergian dua cintanya secara keji itulah yang telah membangkitkan gelora semangat juangnya. Sungguh ketika cinta telah dimusnahkan dengan teramat sadis maka tumbuhlah dari yang tiada sebuah kekuatan maha dahsyat yang melenyapkan segala gentar dan lemah. “Wahai, Jifara, ketika semua pejuang pria di sekitarmu begitu kagum dan mengangkat topi atas keteguhan engkau dalam jihad, kami di sini pun tiada beda atas mereka. Semoga rahmat dan pertolongan-Nya tersemai untukmu wahai ‘Tentara Pembebas’.” Syam, bumi suci yang terbentang sayap malaikat. Syam, negeri mulia tumbuhnya para pejuang. Syam, Rosulullah telah berjanji padamu. Syam, tanahmu diberkahi dan suci. Syam, percayalah dengan masa. Bendera hitam itu 'kan berkibar. 'Kan mengangkat tangismu. Kuda-kudaNya siap berlari. Damaskus di singgahnya. Bersabarlah, negeri suci. Senyummu 'kan terbit. Hempaskan gundah. Darah 'kan terseka. Luka 'kan sembuh. Itu sebuah janji. Tak teringkari. Percayalah. Pada-Nya. Allah .... "Detik ini hanya dedoa yang sanggup kulantunkan kepadamu, Syam." OurHeart, 05.04.2015
from http://ift.tt/1C4WELQ
from http://ift.tt/1C4WELQ






0 komentar:
Posting Komentar