MODUS DI DUNIA LITERASI Sangat disayangkan bila suatu persahabatan hanya di nilai dengan uang. Karena persahabatan yang semata-mata berkat uang akan menjadi hancur. Maaf Bung, Maad Mbak, kami ini memang TKW, pekerjaan sehari-hari kami adalah sebagai pembantu rumah tangga. Alasan kami merantau adalah demi cita-cita agar masa depan lebih layak. Gaji kami berlumur peluh, tak jarang berurai airmata. Saat kalian memandang status kami yang hanya seorang pembantu, kalian mencemooh di belakang dan memuji di depan. Maaf kata, kami bekerja mencari uang halal, untuk keluarga. Adapun kami mampu memberikan bantuan kepada orang lain, itu karena rasa kemanusiaan dan ingin berbagi pada sesama. Tapi bukan berarti kami harus membantu kalian yang masih kuat bekerja. Mohon maaf, buat sahabat KBM, yang pinjam uang ke teman-teman saya di Hong Kong jangan membawa nama saya sebagai alasan untuk mendapatkan pinjaman. Terus terang saya kaget ketika teman-teman menceritakan hal ini pada saya. Ada yang mau pinjam 5 juta, ada yang mau pinjam buat nerbitin buku yang jumlahnya tidak sedikit. Mohon maaf ya, jangan pernah membully kami lagi, karena setiap modus yang terjadi di dunia literasi, selalu teman-teman sampaikan dan diskusikan bersama. Buat yang merasa, jangan tak enak hati, tetapi berpikirlah bahwa dunia literasi bisa membuatmu kaya tanpa harus memodusi kami. Saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan hal ini, agar mereka yang bermodus berhenti berharap, karena kami tidak akan memberi bantuan yang bersifat modus. #CatatanRCL
from http://ift.tt/1DQJhEq
from http://ift.tt/1DQJhEq






0 komentar:
Posting Komentar