Islam Sudah Terlampau Konyol Al muslim aakhul muslim, inilah yang mesti dipegang erat umat Islam sejagad. Percuma anda mengaku islam, tapi masihmendiskreditkansesama islam yang berbeda aliran dengan anda, apalagi menghukumi aliran yang tidak sejalan dengan anda sebagai kafir/ 'nonmuslim', padahal jika dilihat dari kronologi sejarahnya islam aliran itu mungkin lebih dulu ada dan aliran anda itu muncul belakangan/baru tadi sore. Truth claim (menganggap diri/golongan sebagai yang paling benar) itu sangat subjektif, basi. Anda mungkin saat ini boleh saja mengikuti golongan Sunnyi, Sangariyah, Syingah, Murjingah, qadariyah dll. yang masih seabrek itu silahkan dan mau bermadjhab maupun tidak itu juga silahkan. Anda masih saja mau nge-judge golongan lain dan memusuhi golongan lain? Justru anda lah yang memecah belah Islam dan meneruskan estafet perpecahan yang telah dimulai sejak Nabi Muhammad wafat. Mari kembali menilik sejarah. Islam terbagi-bagi menjadi banyak firqah itu semata permasalahan politik (kekuasaan) karena setelah wafatnya Nabi, tidak ada pesan terkait panduan pasti tentang bagaimana pemilihan pemimpin dalam islam, maka tiap2 kubu punya pendapat masing2; demokrasi, monarki dll. Baru kemudian diikuti ajaran2. Pelajarilah sejarah ini dengan cermat dan bukalah pemikiran anda secara sehat. Maka saya katakan Islam itu tetap satu, dan banyaknya golongan2 itu hanya ibarat sebuah partai politik saja. Dan saya nilai ajaran2 yang berbeda-beda itu murni untuk kepentingan, menjaga eksistensi. Terlepas dari banyaknya firqah dan ajaran2 yang terlampau tak terhitung itu, masihkah anda tidak open-minded? Lalu apa yang anda harapkan dari Islam sendiri? Persatuan/perpecahan? Heran, islam masih belum selesai dengan urusan pribadinya padahal masih banyak hal yang harus islam urusi. Jangan terlalu larut dengan dogma dongeng yang menyebalkan ini. Maka prinsip Al muslim aakhul muslim iniperlu dipegang teguh. Tidak ada golongan satu mengkafirkan golongan lain, tidak ada golongan ini-itu masuk neraka, memangnya agama punya bapak lu? Emang lu sudah pernah piknik ke neraka? Ya, yakinilah apa yang kamu yakini. Tidak perlu ngotot meyakinkan yang lain untuk yakin bahwa keyakinannya itu salah. Kira2, apakah Tuhan akan menghisab berdasarkan dari firqah mana kamu berasal? Manusia itu sama di hadapan Tuhan, yang membedakan hanya tingkat ketaqwaannya. Janganlah mengejar tingkat keperbedaan tapi kejarlah tingkat ketaatan kepada Tuhan itu. Jalannya adalah melalui ibadah. Saya menulis ini untuk menanggapi orang2 yang masih menganggap golongannya sebagai yang paling benar dan menilai golongan lain sebagai kafir/sudah tidak islam. Cobalah anda jawab pertanyaan saya yang terakhir. Islam itu harus bersatu atau harus terpecah belah? Semisal saya kristiani, seorang hindu atau budha, saya tetap akan menyampaikan ini karena tahu kronologi sejarah bagaimana konflik ideologi yang tak kunjung usai ini. Kenapa saya sampai memisalkan diri sebagai seorang di luar islam, itu untuk mengupayakan diri seoptimal mungkin objektif dan tidak memihak golongan manapun. Bahwa Islam itu sudah terlampau jauh dengan kekonyolan internalnya dan hal seperti itu harus segera diselesaikan karena sudah terlampau menjijikkan.
from http://ift.tt/1NRwouN
from http://ift.tt/1NRwouN






0 komentar:
Posting Komentar