Membantu Si Buntung. (Buntung?) Selewatnya menuju ruang wudhu, Wakwaw yang kala itu hendak mengambil air sembahyang alias wudhu, tertegun melihat si buntung yang kepayahan di tempat pipis. Timbul rasa ingin membantu. Di sambanginyalah si buntung. "Sini Mas, aku bantuin", kata Wakwaw seraya menghampiri lelaki muda tak berlengan tersebut. Di bukakannya itu kancing, lalu retsleting dan bahkan, dengan tak sungkan Wakwaw mengeluarkan "anu" si buntung dari tempat persemayamannya. Hingga .... Suuurrrrr ........ Si buntung pun dapat pipis hingga tetes terakhir. "Akh ... Leganyaaaa ...", ucap si buntung di timpali senyum dari bibir si Wakwaw. "Makasih ya Mas!", ujar si buntung sambil menatap haru pada wajah yang baru di kenalnya itu. "Sama-sama", balas Wakwaw, "sesama manusia, kita memang harus saling membantu!", lanjutnya dengan tatapan mata yang teduh ala motivator. "Tapi ... Eeenggg ...", kata Wakwaw lagi, tapi terputus. "Anu-nya Mas, kaya budukan gitu ya? Banyak kaya jamur-jamur kulit gitu ...", lanjut Wakwaw ragu sembari membantu memasukan lagi itu "torpedo" ke dalam "arsenal". "Mangkaaaanyaaa ...", balas si buntung. "Saya sendiri aja jijik megangnya", lanjutnya sambil mengeluarkan kedua lengannya dari balik baju. Dan tak lupa menghaturkan "thank you" buat yang terakhir kalinya pada si Wakwaw nan baik hatinya. "Thank you Broo!!!"
from http://ift.tt/1aKIFFc
from http://ift.tt/1aKIFFc






0 komentar:
Posting Komentar