BOHONG "Sekali Anda berbohong, maka Anda akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang pertama." Misalnya ini, suatu saat rumah Anda kedatangan beberapa orang debt collector (DC) untuk menagih utang. DC: "Bapak ada?" Anda: "Nggak ada, Om." (bohong pertama) DC: "Ah, yang bener?" Anda: "Bener, Om. Orangnya lagi pergi." (padahal lagi ngumpet di kulkas--bohong kedua) DC: "Terus perginya kemana, Dik?" Anda: "Nonton konser Cherrybelle." (bohong ketiga) DC: "Cherrybelle?" Anda: "Iya. Soalnya bapakku kan agak-agak gimana gitu, sukanya musik-musik model girly." (padahal sukanya dengerin musik keroncong--bohong keempat) *** Begitulah seterusnya. Anda dituntut harus terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang pertama. Dan itu perlu latihan, agar kebohongan Anda tidak gampang ketahuan. Sebab semakin sering Anda berbohong, semakin bagus pula hasilnya. Analoginya seperti seorang artis sinetron. Semakin banyak dia main sinetron, semakin terasah pula kemampuan aktingnya. Kesimpulannya, berbohong itu ada tekniknya. :)
from http://ift.tt/1c3UmHq
from http://ift.tt/1c3UmHq






0 komentar:
Posting Komentar